Masyarakat Indramayu Serbu Job Fair

Masyarakat Kabupaten Indramayu meyerbu pelaksanaan Job Fair 2018 yang dielenggarakan oleh Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Indramayu. Job Fair yang diikuti oleh 30 perusahaan ini menyediakan lowongan pekerjaan sekitar 2.000 orang.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Indramayu Sri Wulaningsih mengatakan, tingginya angka pengangguran di Kabupaten Indramayu, di pengaruhi oleh sulitnya pencari kerja dalam mengakses informasi lowongan pekerjaan yang ada. Di sisi lain perusahaan menemui kendala dalam memenuhi kebutuhan tenaga kerja sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan oleh perusahaan serta rendahnya kualitas dan produktivitas tenaga kerja sehingga kalah bersaing dengan daerah lain.

Berdasarkan kondisi tersebut, salah satu upaya yang dilakukan adalah menyelenggarakan kegiatan pameran bursa kerja (Job Fair) serta pendidikan dan pelatihan keterampilan berbasis kompetensi dalam rangka mempertemukan antara pencari kerja dan pemberi kerja pada waktu dan tempat tertentu serta upaya meningkatkan kualitas dan produktivitas tenaga kerja.

“Bursa kerja salah satu upaya dalam mempertemukan pencari kerja dan perusahaan, kita fasilitasi mereka agar bisa ketemu” katanya saat membuka bursa kerja di Kantor Dinas Tenaga Kerja, Selasa (14/8/2018). Dia meminta kepada perusahaan supaya mempersingkat waktu perekrutan. Dengan begitu, para pencari kerja tak perlu lama menunggu.

Dalam kesempatan sama, Sekretaris Daerah Kabupaten Indramayu Ahmad Bachtiar mengatakan, penguatan sumber daya manusia sangat perlu guna menekan jumlah pengangguran. Lewat Balai Latihan Kerja diharapkan kemampuan para pencari kerja bisa bertambah.

Kendati demikian, peningkatan sumber daya manusia juga harus diimbangi dengan peningkatan pelayanan oleh pemerintah daerah. Pihaknya meminta agar Disnaker segera menerapkan teknologi digital yang lebih simple agar pelayanan kepada masyarakat bisa lebih cepat.

“Dinas Tenaga Kerja mesti memberikan layanan prima terhadap masyarakat,” ujarnya. Inovasi mesti dilakukan supaya pelayanan bisa maksimal.

Salah satu caranya yakni dengan menerapkan teknologi informasi dalam mencari kerja. Masyarakat tidak perlu lagi datang langsung untuk menyerahkan lamaran. Lebih baik lamaran tersebur disampaikan lewat internet supaya lebih efisien. Hal itulah yang ingin ia terapkan di Indramayu. Soalnya sejauh ini lamaran mesti dikirimkan via pos. “Tanpa ada inovasi jangan mimpi terbebas dari keterpurukan,” tegas Ahmad.

Bursa kerja itu digelar mulai 12 hingga 16 Agustus. Total ada sebanyak 2.561 lowongan pekerjaan yang siap diperebutkan.

(Aa DENI/Diskominfo Indramayu)